Press "Enter" to skip to content

Polres Solok Selatan Release Penyalahgunaan Narkotika Jenis Sabu

Golden Arm – Solok Selatan.
Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Solok Selatan berhasil menangkap tiga orang tersangka dugaan penyalahgunaan narkoba jenis sabu, satu diantaranya perempuan yang berperan sebagai kurir.

Kapolres Solsel AKBP Arief Mukti Surya Adhi Sabhara, S.H, S.I.K, M,Si didampingi Kasat Narkoba AKP Hendri pada saat press release yang dilaksanakan pada kamis (29/09/2022), menjelaskan bahwa dari hasil penangkapan yang dilakukan terhadap ketiga tersangka berhasil diamankan sebanyak 166 paket shabu seberat 36,20 gram bernilai Rp. 60 Juta.

AKBP Arief Mukti menambahkan penangkapan yang dilakukan berdasarkan adanya informasi dari masyarakat dan telah dilakukan penyelidikan selama 3 bulan oleh satresnarkoba polres solok selatan.

“Berdasarkan informasi yang kami dapatkan dari masyarkat bahwa di jorong kampuang tangah sering terjadi transaksi jual beli narkoba, dan setelah dilakukan penyelidikan selama lebih kurang 3 bulan. Kemudian pada hari selasa (13/09/2022) kami melakukan penggeledahan dirumah kontrakan tsk (NK) dan menemukan barang bukti sebanyak 166 paket shabu yang dibungkus plastik bening” tambahnya.

Setelah dilakukan interogasi, (NK) mengakui bahwa shabu tersebut diperoleh dari temannya (AM) yang beralamat di kota padang.

Berdasarkan pengakuan (NK) tim langsung bergerak ke kota padang dan berhasil mengamankan (AM) serta mengamankan beberapa barang bukti diantaranya 2 unit handphone. Tersangka (AM) juga mengakui bahwa di jorong bangun rejo juga ada seorang kurir (YA).

“Jadi peran (NK) 46 thn, (YA) 58 thn merupakan kurir dari tersangka (AM) 42 thn, dan untuk (AM) sendiri merupakan DPO SatResnarkoba Polres Solok Selatan pada tahun 2020 dengan nomor: DPO/13/V/2020/ Sat Resnarkoba, tanggal 12 Mei 2020” jelasnya

“Dan terhadap ketiga pelaku terancam Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) Undang – Undang RI No.35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman dipidana dengan pidana mati, pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 6 (enam) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda Rp10 miliar” terang Arief Mukti.

“Sebagai salah satu bentuk keseriusan polres solok selatan dalam memerangi narkoba, kami akan terus mendalami dan mengembangkan kasus ini” pungkas AKBP Arief Mukti (hr/humas)

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mission News Theme by Compete Themes.