Press "Enter" to skip to content

Panglima TNI dan Kapolri Tinjau Vaksinasi Massal di JIEXPO dan Pesantren Al-Hamidi Jakarta JAKARTA – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengunjungi dua lokasi kegiatan vaksinasi massal di Jakarta, Minggu (4/7/2021). Kunjungan pertama dilakukan di JIEXPO, Jakarta Utara. Kegiatan ini sudah dilakukan 28 Juni sampai dengan 4 Juli 2021 atas inisiasi Kemenkes bekerjasama dengan TNI, Polri, dan WALUBI (Perwakilan Umat Buddha Indonesia). Petugas vaksinator yang dilibatkan dalam kegiatan ini sebanyak 159 orang terdiri dari 30 TNI, 20 Polri, dan 109 vaksinator Walubi. Target vaksinasi adalah masyarakat umum sebanyak 10.000 orang per hari. “Sampai dengan saat ini yang sudah divaksin sebanyak 39.174 orang. Sementara stok vaksin yang dipersiapkan dalam kegiatan hari ini sebanyak 10.000 dosis jenis Sinovac,” kata Sigit dalam keterangannya. Kunjungan kedua dilalukan di Pesantren Al-Hamid, Cilangkap, Jakarta Timur. Kegiatan yang diinisiasi oleh TNI-Polri ini diselenggarakan sejak tanggal 5 Juni 2021 dengan target vaksinasi sebanyak 15.000 orang masyarakat umum sekitar Pesantren Al-Hamid. “Sampai saat ini total yang sudah divaksin 7.963 orang. Sementara hari ini kita siapkan stok vaksin sebanyak 1.000 dosis jenis Sinovac,” ungkap Sigit. Petugas vaksinator yang dilibatkan dalam kegiatan ini sejumlah 25 vaksinator yang terdiri dari 5 orang vaksinator Polri, dan 20 orang vaksinator TNI.

Polri Awasi Aktivitas Penjualan Online Obat Antibiotik Pandemi Covid-19

JAKARTA – Polri menyatakan melakukan pengawasan aktivitas penjualan online obat-obatan jenis antibiotik yang biasa digunakan selama Pandemi Covid-19 atau virus corona.

Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono menjelaskan, pemantauan penjualan di situs online tersebut untuk mengantisipasi terjadinya kelangkaan dan permainan harga dari jenis obat tersebut.

“Polri lakukan pemantauan terhadap aktivitas jual-beli obat antibiotik di penjual online,” kata Argo kepada awak media, Jakarta, Senin (5/7/2021).

Selain secara online, Polri juga melakukan pengawasan langsung ke pabrik pembuatan obat serta jalur distribusi penyalurannya. Hal itu untuk mencegah adanya penimbunan dan harga jual yang ditawarkan dari eceran tertinggi yang sudah ditetapkan pemerintah.

“Hari ini sedang berjalan pula pemantauan di pabrik-pabrik obat termasuk jalur distribusinya,” ujar Argo.

Dalam hal ini, Argo menekankan, pihak kepolisian tidak akan ragu ataupun segan melakukan tindakan tegas kepada distributor dan oknum penjual nakal lainnya, apabila melakukan penimbunan dan menaikan harga yang tidak wajar.

“Siapa saya yang melanggar akan segera ditindak,” ucap Argo.

Terkait obat-obatan dan alat kesehatan, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo melalui Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto menerbitkan Surat Telegram terkait penegakan hukum di masa PPKM Darurat Jawa – Bali.

Surat Telegram bernomor ST/1373/VII/H.U.K/7.1./2021 ini terkait harga eceran tertinggi (HET) obat-obatan dan Alkes di masa Pandemi Covid-19.

Surat Telegram yang ditujukan kepada para Kapolda dan bersifat perintah ini berisi 5 poin penting diantaranya:

1. Melakukan pengawasan terkait kepatuhan semua pihak dalam menjalankan PPKM Darurat dan pengendalian HET obat dalam masa pandemi Covid-19.

2. Melakukan penegakan hukum secara tegas terhadap pelaku usaha yang melakukan penimbunan serta penjualan obat diatas HET sehingga masyarakat sulit mendapatkan obat dan alkes.

3. Melakukan penegakan hukum secara tegas terhadap tindakan yang menghambat segala upaya Pemerintah dalam melakukan penanggulangan wabah Covid-19 termasuk terhadap penyebaran berita bohong/hoaks.

4. Mempelajari, memahami serta melakukan koordinasi dengan pihak Kejaksaan terkait penerapan pasal-pasal yang dapat dikenakan terhadap pelaku tindak pidana dimasa pandemi Covid-19.

5. Melaporkan hasil kegiatan kepada Kapolri up Kabareskrim.

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mission News Theme by Compete Themes.